▲ anugrahra.space ▲


Ubah yang bisa diukur

yang lain ga usah

Hidup gak peduli sama apa yang kamu mau. Tinggal kamu yang harus bisa menyiasatinya. Paling mudah adalah mengontrol apa yang benar-benar dalam kuasamu: pikiranmu, tindakanmu. Itu bisa kamu ubah sesukamu.

Yang lain, biarkanlah seperti itu.

Pasrah? Ga juga.

Yang penting kamu sudah berusaha sebisamu. Sisanya, biarkan takdir yang berbicara.

Yang paling bikin males adalah mengubah sifat seseorang. Itu hampir mustahil. Yang paling masuk akal untuk dilakukan adalah mengatur sikap kita pada orang yang kita ingin dia berubah. Masalah dia akan berubah atau tidak, jangan dipermasalahkan, alias bodo amat.

Gak ada alat ukur untuk mengetahui apakah sifat seseorang berubah atau enggak.

Setahu saya loh ya. Kalau pun ada, pasti mahal banget itu alat, dan kamu gak sanggup beli alat itu. Wong gajimu cuma segitu doang.

Kamu bisa ubah suhu air, alat ukurnya ada.
Kamu bisa ubah kekeruhan air, alat ukurnya ada.
Kamu bisa ubah kadar klorin bebas dalam air, alat ukurnya ada.

Semuanya tentang air ya? Maklum, aku tukang ledeng.

Mengubah manusia? Alat ukurnya apa?

Jadi, ngapain kita berharap seseorang itu berubah sifat? Mikirin indikatornya aja udah pusing, apalagi hasilnya. Udah lah biarin aja. Kalau berubah ya Alhamdulillah.

Kalau kata ibu saya: “Berbuat baik aja ke semua orang.”

Ga usah pamrih ke manusia. Biar Tuhan aja yang bales perbuatan baik kita. Soalnya saya masih percaya kalau kita menanam yang baik maka kita akan menuai yang baik juga.


Nih ada artikel yang bagus untuk kamu yang ngeyel ingin mengubah sifat manusia:

5 Alasan Kenapa Mengubah Sifat Seseorang Itu Sia-sia, Jangan Dilanjut!

---


# hack
Baca catatan lainnya